Liburan ke Danau Toba


"Udah pernah ke Danau Toba atau Berastagi?" tanya abang sepupu
"Belom" jawab saya
"APAAAA??? Ya ampun, jadi liburan panjang gini ke mana aja di Medan? Di rumah aja?" tanyanya lagi
"iya (sambil cengengesan)" jawab saya

Dari percakapan itulah saya, emak, 3 adik dan abang sepupu beserta istri berangkat ke Prapat untuk melihat Danau Toba. Berangkat dari rumah sekitar pukul 1 dini hari. Dengan prediksi bakalan nyampe Prapat pukul 5 pagi atau pukul 6 pagi selambat-lambatnya.
Pertanyaan muncul ketika harus berangkat di pagi buta. "kenapa berangkatnya pagi buta"
"kalau pagi sehabis subuh kita berangkat, di sana (danau toba) sebentar aja. Nanti gak sempet ke mana-mana. Kan mau ke berastagi juga kan?" jawab sepupu saya panjang lebar
Saya pun hanya mengangguk.

Dengan jalanan medan yang masih sepi di pagi buta, rasanya cepat sekali sudah berada di ambang pintu tol Tj. Morawa. Yang biasanya kalau jam-jam sibuk bisa memakan waktu 1 jam. Kali ini sungguh cepat dan aman. Tetapi, setelah melewati pintu tol, air pendingin di mobil menunjukkan peningkatan. Sehingga AC dimatikan untuk mengurangi kenaikan itu yang dapat menyebabkan mobil mogok. Untuk lebih jelasnya saya nggak tau. :P
Dengan mengandalkan AC-alam, kami pun terlelap. Tidak dengan abang sepupu. Kalau dia terlelap, kami semua 'bener-bener terlelap'. :D

Entah sudah pukul berapa. Kami sudah berada di kota Siantar. Dengan udara sedingin AC yang mana sempat kami pikir AC mobil kembali berfungsi.
Jika sudah berada di kota Siantar, berarti tinggal 1 atau 2 jam lagi sampai di kota Prapat. Jalan yang kami lalui selama dari Medan ke Siantar aman-aman saja. Maksudnya aman di sini tidak ada tikungan tajam serta tebing yang curam. Tetapi ketika melewati Siantar jalanan yang kami tempuh penuh dengan kelok-kelokan tajam dan jurang serta tebing yang curam. Walaupun masih pagi banget, jalanan pun sudah ramai dengan kendaraan-kendaraan travel atau angkutan berat. Tetapi tetap lancar dan tidak ada hambatan seperti macet dan lain-lain.

Memasuki daerah Prapat. Kami berjalan persis berada di atas bukit Danau Toba. Jadi kalau siang hari bakalan kelihatan permukaan danau toba. Tapi karena masih pagi banget, yang kami lihat adalah hitam gelap. Istirahat sejenak di sebuah mesjid untuk menunaikan sholat subuh lalu dilanjutkan dengan masuk ke kota Prapat. Membayar Rp. 20.000 untuk satu mobil di gerbang kota bagi pengunjung. Entah bagaimana para penjaga gerbang tersebut mengetahui kami ini pengunjung. Apa mungkin ada tulisan tak kasat mata di depan mobil kami? Entahlah.

Kanan kiri jalan kota Prapat kebanyakan hotel-hotel kecil maupun besar. Ya karena ini adalah objek wisata sekaligus danau terbesar di Indonesia. Makanya tak heran ada banyak hotel-hotel di sini. Kami terus masuk ke dalam kota untuk mencari tempat yang biasa disewakan di tepi danau toba. Meskipun matahari belum muncul dan suasana masih gelap, tetapi sudah ramai sekali pengunjung! Mungkin seperti kami juga yang berangkat pagi buta untuk bisa berlama-lama di danau toba. Menyewa sebuah pondok seharga Rp. 100.000 untuk 3 jam ke depan di pinggiran danau toba. Harga ini terbilang cukup mahal dari harga biasanya. Kemungkinan besar dikarenakan masih libur lebaran dan mereka mengambil kesempatan. Yasudahlahya.

Magical Sunrise di Danau Toba
Beruntungnya pergi pagi buta adalah dapat menyaksikan matahari terbit di Danau Toba! Kapan lagi coba merasakan fenomena keren ini? Dan saya pun berucap syukur.
Jangan lupa membawa jaket. Karena udara di danau toba pagi hari dingin banget! Apalagi ketika angin bertiup, brrrrrr.... Serasa beku!. Hangat kan badan dengan minum-minuman hangat atau makan popmie. Banyak yang berjualan di pinggir danau tiba ini. Jadi jangan sampai kelaparan. Kami bawa bekal berupa air hangat dan teh. Jadinya ngeteh di pagi hari di pinggir danau toba. Whoaaa.

Bersambung :P

Archives